Saturday, March 27, 2021

LOKAKARYA 4 PGP KABUPATEN BONE

 GURU YANG BERPIHAK PADA MURID

Pengantar

Mengawali kegiatan Pendidikan Guru Penggerak, Peserta akan melaksanakan kegiatan Lokakarya 4. Kegiatan Lokakarya ini merupakan proses belajar di Pendidikan Guru Penggerak mengenai Guru Berpihak pada Murid. 

Produk yang dihasilkan

  1. Peta Kekuatan Diri dalam Pengajaran
  2. Dokumen RPP “Berpihak pada Murid

Tujuan Belajar

Calon guru penggerak dapat mengaplikasikan tahapan coaching pada rekan sejawat dan dapat menyusun RPP yang mengutamakan diferensiasi murid


Indikator Keberhasilan

  1. Calon guru penggerak dapat mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, dan strategi perbaikan diri dalam pengajaran yang berpihak pada murid
  2. Calon guru penggerak dapat mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan dalam melakukan coaching
  3. Calon guru penggerak dapat menyusun RPP yang mengutamakan diferensiasi murid

Agenda

  1. Refleksi Komitmen
  2. Pemetaan diri dalam pengajaran
  3. Praktek coaching
  4. Penyusunan RPP “Berpihak pada Murid”

Target Peserta dan Peran Terlibat

Target Peserta: 
15 orang guru penggerak



Peran Terlibat:

  1. Pendamping (3 orang)
  2. Panitia dari Kemdikbud

Keterangan Tambahan

Sebelum Lokakarya 4 :

Membawa RPP dari tugas dari Modul 2.1 dan membawa dokumen aksi jangka pendek dari Lokakarya 3

Tugas Lokakarya 4 :

Penyusunan RPP “Berpihak pada Murid” dan penerapan di kelas, Penerapan strategi coaching di sekolah, dan umpan balik murid dan rekan sejawat

Jadwal dan Rangkuman Sesi





Monday, February 15, 2021

MEMENUHI PEMBELAJARAN MURID MELALUI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI

                                       TUGAS MODUL 2.1.a.9.

                                    Program Guru Penggerak

KONEKSI ANTAR MATERI

MEMENUHI PEMBELAJARAN MURID MELALUI PEMBELAJARAN BERIFERENSIASI (MODUL 2.1)

Oleh : Sulasmi Rasyid


A.    APA ITU PEMBELAJARAN BERDEFERENSIASI?

Pembelajaran berdiferensiasi (bahasa Inggris: differentiated instruction) adalah proses atau filosofi untuk pengajaran efektif dengan memberikan beragam cara untuk memahami informasi baru untuk semua siswa dalam komunitas ruang kelasnya yang beraneka ragam, termasuk cara untuk: mendapatkan konten; mengolah, membangun, atau menalar gagasan; dan mengembangkan produk pembelajaran dan ukuran penilaian sehingga semua siswa di dalam suatu ruang kelas yang memiliki latar belakang kemampuan beragam bisa belajar dengan efektif. Proses mendiferensiasikan pelajaran dilakukan untuk menjawab kebutuhan, gaya, atau minat belajar dari masing-masing siswa. ( Sumber : Wikipedia )

Kepedulian pada siswa dalam memperhatikan kekuatan dan kebutuhan siswa menjadi focus perhatian dalam Pembelajaran Berdiferensiasi.  Profil pembelajaran yang mengakomodir kebutuhan belajar siswa. Pembelajaran Berdiferensiasi mengharuskan pendidik mencurahkan perhatian dan memberikan tindakan untuk memenuhi kebutuhan khusus siswa. Pembelajaran Berdiferensiasi memungkinkan guru melihat pembelajaran dari berbagai perspektif.

Pembelajaran Berdiferensiasi merupakan proses siklus mencari tahu tentang siswa dan merespon belajarnya berdasarkan perbedaan. Ketika guru terus belajar tentang keberagaman siswa, maka pembelajaran yang profesional, efesien, dan efektif akan dapat diwujudkan dalam kelas.

Pembelajaran berdiferensiasi pada hakikatnya pembelajaran yang memandang bahwa siswa itu berbeda dan dinamis. Karena itu, Guru harus memiliki perencanaan tentang pemberajaran berdiferensiasi, antara lain:

1.      Mengkaji kurikulum yang sesuai dengan kekuatan dan kelemahan siswa.

2.      Merancang perencanaan dan strategi yang sesuai dengan kurikulum dan metode pembelajaran yang bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan siswa.

3.      Mengkaji dan menilai pencapaian rencana sekolah secara berkala

  Pembelajaran berdiferensiasi bisa dilaksanakan jika komunikasi yang terstruktur dengan komite sekolah, guru, dan orangtua. Guru harus memperhatikan beberapa apek dalam belajar dan pembelajaran. Ada enam (6) elemen yang berkontribusi terhadap belajar dan pembelajaran.


Ada empat (4) komponen pembelajaran berdiferensiasi, yaitu: isi, proses, produk, dan lingkungan belajar.

1.       Konten , Isi meliputi apa yang dipelajari siswa. Isi berkaitan dengan kurikulum dan materi pembelajaran. Pada aspek ini, guru memodifikasi kurikulum dan materi pembelajaran berdasarkan gaya belajar siswa dan kondisi disabilitas yang dimiliki. Isi kurikulum disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan siswa. Umumnya, guru tidak mampu mengontrol isi kurikulum yang spesifik (yang tidak bisa dipahami semua anak) berdasarkan gaya belajar siswa serta menyesuaikan materi pembelajaran berdasarkan jenis disabilitas yang dimiliki

2.       Proses, yakni bagaimana siswa mengolah ide dan informasi. Bagaimana siswa berinteraksi dengan materi dan bagaimana interaksi tersebut menjadi bagian yang menentukan pilihan belajar siswa. Karena banyaknya perbedaan gaya dan pilihan belajar yang ditunjukkan siswa, maka kelas harus dimodifikasi sedemikian rupa agar kebutuhan belajar yang berbeda-beda dapat diakomodir dengan baik. Gregory & Chapman (2002) menyatakan proses pembelajaran yang dimodifikasi tersebut adalah:

a.       Mengaktifkan pembelajaran. Aktivitas belajar difokuskan pada materi yang dipelajari, menghubungkan materi yang belum dikuasai, memberi kesempatan pada siswa untuk mencari mengapa materi yang dipelajari penting, dan menjelaskan apa yang dilakukan siswa setelah belajar.

b.      Kegiatan belajar. Melibatkan kegiatan pembelajaran yang sebenarnya, seperti pemodelan, latihan, demonstrasi, atau game pendidikan.

c.       Kegiatan pengelompokkan. Baik kegiatan belajar individu maupun kelompok harus direncanakan sebagai bagian dari proses pembelajaran.

3.       Produk, bagaimana siswa menunjukkan apa yang telah dipelajari. Produk pembelajaran memungkinkan guru menilai materi yang telah dikuasai siswa dan memberikan materi berikutnya. Gaya belajar siswa juga menentukan hasil belajar seperti apa yang akan ditunjukkan pada guru.

4.       Lingkungan Belajar, bagaimana cara siswa bekerja dan merasa dalam pembelajaran.

 

Untuk memenuhi kebutuhan siswa dalam pelaksanaan Pembelajaran Berdiferensiasi, guru bisa melakukan hal hal berikut:

1.      Asesmen yang berkesinambungan dalam pembelajaran. Guru secara terus menerus mengumpulkan informasi tentang bagaimana siswa belajar sehingga dapat menyusun rencana pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa.

2.      Guru menjamin proses pembelajaran yang mengakui keberadaan semua siswa. Siswa dibelajarkan berdasarkan kesamaan minat, merangkul semua siswa. Guru memandang semua tugas siswa berharga dan bermanfaat.

3.      Pengelompokkan siswa secara fleksibel. Guru merancang pembelajaran yang memungkinkan semua siswa bekerjasama dengan berbagai teman sebaya pada waktu tertentu. Siswa juga bekerja dengan teman sebaya yang memiliki tingkat kesiapan sama dan berbeda dengan dirinya. Siswa juga bekerja dengan teman sebaya yang sama minatnya, kadang dengan teman sebaya yang berbeda minatnya.

4.      Adanya kolaborasi dan koordinasi yang terus menerus antara guru kelas/ guru bidang studi dengan guru pendidik khusus.

5.      Guru dan siswa bekerja bersama membangun komitmen untuk mewujudkan hasil belajar yang diharapkan.

6.      Penggunaan waktu yang fleksibel dalam merespon proses dan hasil belajar siswa.

7.      Strategi pembelajaran yang bervariasi, seperti pusat belajar, pusat pengembangan bakat dan minat, pusat olahraga, pembelajaran tutor sebaya, dan sebagainya.

8.      Siswa dinilai dengan berbagai cara sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan setiap siswa.

Modul ini sangat berkaitan dengan modul sebelumnya, dimana pada modul sebelumnya guru diarahkan untuk memahami konsep pendidikan yang diuraikan oleh Bapak Pendidikan Kihajar Dewantara kemudian menyusun Visi Guru untuk pengembangan Konsep pendidikan tersebut dan membangun Budaya Positif dilingkungan sekolah. Hal ini menjadi pondasi awal guru untuk menerapkan pembelajaran Berdiferensiasi di Sekolah.


Lamuru, 13 Februari 2021

Penulis : Sulasmi Rasyid




Tuesday, December 29, 2020

Mewujudkan Suasana Nyaman dan Aman

Mewujudkan Suasana Nyaman dan Aman

SMP Negeri 3 Lamru merupakan sekolah yang berada pada daerah terpencil dan pedesaan, sehingga lingkungannya sangat mendukung terciptanya susanan nyaman dan aman. Hal ini sangat penting diwujudkan karena Lingkungan sekolah merupakan wadah setiap orang untuk menuntut ilmu di mana setiap orang mencari bekal untuk masa depan. Lingkungan sekolah yang bersih dan sehat. Aman dan nyaman tidak hanya di dalam kelas tetapi juga di luar kelas, contohnya seperti di halaman sekolah. Halaman sekolah selain ditata keindahannya, juga perlu memperhatikan persyaratan kesehatan. Jika lingkungan sekolah dapat ditata dan dikelola dengan baik, maka akan menjadi wahana efektif sebagai pembentukan sikap perilaku peduli lingkungan. Agar tercipta lingkungan yang nyaman di sekolah kami perlu perhatian besar terkait penghijauan, penataan taman, penanaman pohon dan kebersihan lingkungan sekolah.

Kegiatan penghijauan ini tujuan utamanya adalah untuk menumbuhkan kesadaran para siswa dan siswi akan pentingnya menjaga lingkungan. Karena tidak dipungkiri oksigen yang mereka hirup setiap harinya berasal dari tanaman. Oleh karena itu, perlu terus menerus mengingatkan siswa agar dapat tetap menjaga dan membenahi lingkungan sekolah. Lingkungan sekolah harus dijaga dengan kebersihan, keindahan, kenyaman sehingga akan kelihatan lingkungan bersih dan asri. Ketika lingkunagn asri  maka murid belajar dengan senang  dan mudah menerima pelajaran.


Yang menjadi tatantang besar untuk menciptakan lingkunga yang aman dan nyaman yaitu budaya bersih murid masih sangat kurang, masih sering buang sampah disebarangan tempat. Maka dari itu perlu menderapkan budaya positif  dalam menciptakan lingkungan yang asri. Selanjutnya dukungan  pengawas pembina, kepala sekolah, warga sekolah, komite, dan murid sangat dibutuhkan. Ketika semua bekerjasama dengan baik maka linkungan aman dan nyaman asri di sekolah dapat tercapai.




Kegiatan Penyuluhan Pengelolaan sampah sekolah menjadi barang berguna bersama Kementerian Perindustrian


 

PGP-1-Kabupaten Bone-Sulasmi Rasyid-1.1.a.10-Aksi Nyata - Pendekatan Pembelajaran Diferensiasi

 PGP-1-Kabupaten Bone-Sulasmi Rasyid-1.1.a.10-Aksi Nyata

 RANCANGAN TINDAKAN AKSI NYATA

 

Judul        :PendekatanPembelajaranDiferensiasi

Nama        :Sulasmi Rasyid

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1. LatarBelakang 

Terkadang dalam melakukan pembelajaran di kelas, kita masih mendapatkan anak kurang aktif dalam pembelajaran karena kita belum mengetahui betul gaya belajar, karakter, potensi dan minat anak. Sesuai dengan filosofi pemikiran KHD yaitu pendidikan yang menghamba pada anak, maka kita sebagai guru  sudah seharusnya mengetahui hal tersebut dengan pendekatan penuh cinta dan kasih sayang. Seperti yang kita keta hui bahwa tiap anak memiliki pribadi yang unik. Mereka memiliki potensi  dan bakat masing-masing.

Filosofi pendidikan yang berhamba pada anak mengharuskan saya sebagai pendidik agar dapat membimbing, mengayomi, membina dan melayani anak, serta memenuhi apa yang menjadi kebutuhan anak, agar mereka bisa berkembang sesuai dengan kodratnya, dan anak bisa berkembang sesuai karakter dan potensi yang dimilikinya.  Terkadang kita perlu mengikuti langkah mereka dari pada  mengharapkan mereka semua mengikuti langkah kita.

Filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara menempatkan kemerdekaan sebagai syarat dan juga tujuan membentuk kepribadian dan kemerdekaan batin bangsa Indonesia agar peserta didik selalu kokoh berdiri membela perjuangan bangsanya.

Pemberian tugas itu harus Menghamba kepada Anak. Maksudnya, guru tidak bisa seenaknya saja dalam menyama ratakan tugas. Dalam hal penilaian pun tidak seharusnya hanya sesuai kognitif saja, tetapi juga segala aspek si murid (benih) dari kemampuan lain, tingkahlaku dan yang lainnya.

2. Tujuan

Untuk merancang pembelajaran bagi siswa yang menyenangkan dan merancang pembelajaran beragam kemampuannya, minatnya, gaya belajarnya, karakter serta bakat minatnya. Dengan tetap memperhatikan Alam dan zamannya. Untuk menjadikan karakter yang mencintai Pancasila.

3. TolakUkur

 

 

 

 

 

 

a. Siswa lebihaktif, semangat, antusias dan senang belajar

b.Siswa merasakan merdeka belajar dan bebas bereksplorasi  sesuai bakat minatnya, tapi tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kesopanan tata tertib yang berlaku

4. Linimasa Tindakan Yang Akan Dilakukan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

guru  harus memberikan pendidikan karakter yang merata. Pendidikan karakter sangat diperlukan karena kita akan mengalami zaman penuh kebingungan.  Sering  kali kita tertipu. Kita memandang hal tersebut perlu untuk kita, padahal itu adalah keperluan bangsa asing. Kita acap kali merusak kedamaian hidup kita sering mementingkan terlepasnya pikiran (intelektualitas). Padahal pengajaran membawa kita pada gelombang penghidupan  yang  tidak merdeka dan memisahkan orang terpelajar dan rakyatnya.

 

Guru menjadi  fasilitator  dan pelatih, sedangkan siswa menjadi peserta yang aktif dalam proses belajar mereka sendiri.  Siswa membuat pilihan berdasarkan minat dan pilihan  belajar mereka, belajar sendiri, saling menjadi tutor sebaya, dan bekerja dalam kelompok kecil. Guru mempraktekkan kegiatan belajar mengajar yang berbasis aktivitas siswa (student center). Guru mempraktekkan kegiatan belajar mengajar dengan memuliakan dan menghargai keunikan siswa sesuai kodratnya.

Saat siswa diberi pilihan atas cara mereka belajar, mereka lebih bertanggung jawab. Siswa lebih terlibat dan menunjukkan minat dalam belajar.

5. Dukungan Yang Dibutuhkan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

·                     Dukungan Pengawas, Kepala Sekolah sebagai penanggung jawab di sekolah

·                     Dukungan Guru, teman sejawat demi tercapainya pendidikan menurut  KHD

·                     Dukungan dari Komite (orang tuasiswa) dan masyarakat

·                     Media belajar

·                     RuangBereksplorasi

 

Sunday, October 25, 2020

Materi Prakarya Kelas VIII Semester 1

 Adapun Materi Pelajaran tersebut saya sediakan dalam format pdf. Untuk lebih jelasnya silahkan klik link-link yang ada di bawah ini :


BAB I : Kerajinan Bahan Lunak
     A. Prinsip-Prinsip Kerajinan Bahan Lunak  Download  
     B. Jenis  dan  Karakteristik  Kerajinan  Bahan  Lunak  Download
     C. Proses  Produksi  Kerajinan  Bahan  Lunak  Download
     D. Kemasan  Produk  Kerajinan  Bahan  Lunak   Download
     E. Mempraktikkan Salah Satu Produk Kerajinan Bahan Lunak   Download
Advertise
BAB II : Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
     A. Sejarah Teknologi Informasi dan Komunikasi  Download    
     B. Media Penghantar Komunikasi  Download
     C. Peralatan dan Beban Untuk Pembuatan TIK  Download
     D. Perancangan dan Pembuatan Peralatan TIK   Download
BAB III : Budidaya Ternak  Kesayangan
    A. Jenis-jenis Ternak  Kesayangan    Download
    B. Sarana  dan Teknik  Budidaya Ternak  Kesayangan  Download
    C. Tahapan  Budidaya Ternak  Kesayangan     Download
    D. Contoh  Budidaya Ternak  Kesayangan   Download
BAB IV : Pengolahan Bahan Pangan Serealia,  Kacang-kacangan  dan  Umbi menjadi Makanan atau Minuman
     A. Pengertian    Download
     B  Jenis  dan  Manfaat  Download
     C. Teknik  Pengolahan    Download
     D. Tahapan  dan  Contoh  Pembuatan/Pengolahan   Download
     E. Penyajian  dan  Pengemasan   Download
BAB V: Pengolahan  Bahan  Pangan  Serealia,  Kacang-Kacangan  dan  Umbi menjadi  Produk  Pangan  Setengah  Jadi
     A. Pengertian    Download 
     B  Jenis  dan  Karakteristik  Download 
     C. Teknik  Pengolahan  Download 
     D. Tahapan  Pengolahan  dan  Contohnya   Download 
    E. Penyajian  dan  Pengemasan   Download