Wednesday, March 20, 2013

UN, momok menakutkan

Ujian Nasional bagi siswa SMA dan SMP atau yang sederajat telah selesai digelar. Tak lama lagi menyusul UAS BN bagi siswa SD. Seperti UN yang sudah-sudah, UN tahun ini pun dikabarkan diwarnai aksi kecurangan. Itu terjadi di berbagai daerah di seluruh penjuru tanah air Indonesia Raya ini.
Sekadar contoh kecil, di Bengkulu, guru ketahuan memberikan bocoran jawaban UN kepada peserta didiknya. Kejadian ini seakan mengulang peristiwa tahun lalu, sebuah kejadian menghebohkan dan tak terluipakan, ketika guru di sebuah sekolah di Deli Serdang digerebek tim Detasemen 88 Antiteror, karena membantu siswa mengerjakan soal UN.
Guru-guru itu merasa kasihan kepada para siswanya, saat UN mata pelajaran Bahasa Inggris, dan nekat melakukan perbuatan terlarang itu setelah melihat pena sang siswa tak bergerak saat mengerjakan soal-soal ujian nasional.
Bagaimanapun, tentu para guru itu tidak rela, bila nilai yang dicapai para siswa nantinya tidak mencapai angka minimal kelulusan. Karena bila itu terjadi, satu saja angka tidak lulus terjadi pada sebuah mata pelajaran yang di-UN-kan, maka musnahlah harapan yang telah dipupuk selama tiga tahun.
Dan inilah kenyataan yang terjadi, ketika kelulusan dan masa depan anak diserahkan pada angka. UN benar-benar telah menjadi momok yang menakutkan bagi sebagian siswa, berikut orangtua murid dan tak terkecuali guru-guru. Pasalnya nilai UN hingga kini masih menjadi sebagai salah satu penentu kelulusan.
Bisa dibayangkan bila nilai tak memenuhi, seorang siswa terancam kehilangan kesempatan untuk melanjutkan sekolah ke jenjang lebih tinggi. Bayangan yang suram ini pun membuat mereka stres berat sebelum “bertanding”, bahkan ada yang sampai mengalami depresi.
Beban psikologis ini masih harus terus dipikul, hingga pengumuman hasil ujian. Mungkin setelah pengumuman ada yang bernapas lega. Namun sebaliknya, ada pula yang harus bertambah bebannya, karena hasilnya tidak seperti yang diharapkan.
Mungkin masih lekat dalam ingatan kita, peristiwa tahun lalu, ketika seorang siswa SMP nekat bunuh diri karena nilai UN salah satu mata pelajaran tidak memenuhi standar minimal kelulusan. Tak hanya bagi siswa, beban psikologis serupa dirasakan para orangtua. Sedangkan bagi guru-guru dan sekolah, UN menjadi standar keberhasilan kinerja, dan upaya mendongkrak citra. Sehingga ada sekolah tertentu yang melakukan segala cara agar hasil UN baik, dan nama sekolah terselamatkan di mata publik.
Sudah menjadi rahasia umum, di pelosok-pelosok, sejumlah sekolah terang-terangan memberikan kunci jawaban kepada peserta UN. Karut marutnya pelaksanaan UN di tanah Air, merupakan cermin karut marutnya pendidikan di negeri ini secara keseluruhan. UN hanyalah sekelumit dari seambreg masalah. Masalah lain menambah daftar panjang buruknya wajah pendidikan kita, termasuk sistem pendidikan yang tak mendukung, biaya yang tak terjangkau, kurikulum yang kacau, hingga korupsi para pejabatnya. UN itu perlu, tapi bukan untuk menentukan kelulusan.
UN hanya dibutuhkan untuk menjadi salah satu alat memetakan potensi dan kelemahan daerah terhadap kemampuan penyerapan pelajaran. Bila hasil UN Matematika di daerah X lemah, maka tugas pemerintah untuk melakukan segala cara memperbaikinya. Sudah waktunya pelajar Indonesia memperoleh pendidikan yang lebih membebaskan.
Biarkan mereka belajar karena senang. Biarkan mereka mengembangkan kreativitas tanpa ketakutan… jangan biarkan mereka terus terjebak pada sistem pendidikan yang berorientasi pada angka-angka.

Wednesday, August 8, 2012

Cara Berfikir dan Bekerja yang Benar




Mengapa Penting bagi kita untuk memiliki dan mempraktekkan cara berfikir dan bekerja yang benar?
Cara berfikir yang benar akan menjadikan kita mampu untuk mengerti dan memahami kebenaran dari kenyataan. Cara berfikir yang benar akan membuat kita memiliki panduan bekerja yang tepat sehingga pada akhirnya kita dapat bekerja dengan benar. Cara berfikir yang belum benar menjadikan kita tidak dapat memahami secara sebenar-benarnya kenyataan dari persoalan yang dihadapi.
Misalnya, ada suatu permasalahan di kampus mengenai dosen yang seenaknya membuat peraturan yang harus ditaati oleh mahasiswa, sementara dia sendiri tidak dapat diganggu gugat ketika melakukan tindakan yang merugikan mahasiswa. Ada suatu cara berfikir yang mengatakan bahwa itu adalah suatu hal yang wajar, karena dosen adalah orang yang akan memberikan ilmu, orang yang sibuk, orang yang dibutuhkan mahasiswa sementara dosen tidak membutuhkan mahasiswa. Bahwa hal tersebut adalah suatu kewajaran. Cara berfikir seperti inilah yang menjadikan mahasiswa sama sekali tidak mempunyai hak yang harus dipenuhi oleh kampus, padahal salah satu kewajiban selalu diselesaikan, yaitu membayar SPP. Mahasiswa tidak dapat dengan terang melihat bahwa hal tersebut diakibatkan belum demokratisnya penyelenggaraan pendidikan di kampus, korupnya birokrasi kampus, dan belum berpihaknya Negara dan birokrasi kampus terhadap rakyat, terutama mahasiswa.
Hal seperti ini akan menjadikan mahasiswa sama sekali tidak berkembang kemampuannya, terbelakang pola fikirnya, dan akan selalu dilecehkan hak-hak demokratisnya dikampus. Sehingga pada prakteknya mayoritas mahasiswa belum terdorong untuk bergerak dan mengorganisasikan diri guna menuntut hak-hak demokratisnya yang seharusnya dipenuhi oleh birokrasi kampus dan Negara. Mahasiswa lebih banyak asyik ‘menikmati ketertindasannya’, dengan mengatakan : habis, mau apalagi? Inilah, hasil dari sistem pendidikan nasional kita.

Apa tujuan kita berfikir yang benar
Tujuan kita memiliki pola fikir yang benar adalah selain untuk mengetahui realitas yang ada secara terang dan benar, juga yang lebih penting agar kita memilki panduan untuk bergerak, panduan bekerja untuk menuntut hak-hak demokratis kita di kampus dan memperbaiki keadaan ke arah yang lebih baik, yaitu terwujudnya demokratisasi kampus, pendidikan yang terjangkau bagi rakyat yang miskin (anak buruh, anak tani, anak kaum miskin perkotaan), pendidikan yang ilmiah dan mengabdi kepada rakyat, dan terwujudnya demokrasi sejati di Indonesia. Tidak ada gunanya hanya sekedar mengerti bahwa ada suatu permasalahan di kampus dan di masyarakat tanpa kita melakukan apa-apa untuk merubahnya !!!

Lalu, apakah yang menentukan kesadaran sosial sekarang
Kesadaran sosial seseorang ditentukan oleh keadaan sosialnya. Seorang pemilik modal atau kapitalis akan selalu berfikir bagaimana memperbesar keuntungannya karena keadaan sosialnya sebagai pemilik modal yang apabila ingin survive harus menghisap dan mencuri tenaga kaum buruh. Seorang tuan tanah akan berfikir bagaimana mempertahankan kepemilikan tanahnya yang luas dan mendapatkan keuntungannya dari situ, sekalipun harus menindas kaum tani.
Demikian juga dengan mahasiswa. Keadaan sosial mahasiswa dimana mayoritasnya mendapatkan subsidi dari orang tua, orang tua yang berkecukupan, lingkungan keluarga dan sekolah yang individualistis dan belum demokratis, ditambah dia tidak aktif dalam organisasi yang demokratik, akan menciptakan kesadaran mahasiswa yang individual, malas, tidak mau kritis dan tidak mempunyai keberpihakan yang jelas terhadap suatu permasalahan. Bahkan ketika lulus akan menjadi penindas-penindas baru. Karena pada hakikatnya, alam berfikir mahasiswa dilingkupi oleh keinginan untuk memiliki dan menumpuk-numpuk kekayaan secara pribadi, inilah makanya mahasiswa dalam klas-klas sosial masyarakat sering dimasukkan ke dalam golongan borjuis kecil. Apabila si mahasiswa mendapatkan pendidikan yang kritis terhadap realitas, dibesarkan dalam kultur yang demokratis, aktif dalam organsiasi yang konsisten dalam memperjuangkan hak-hak mahasiswa dan juga rakyat pada umumnya (yaitu FMN), akan menciptakan kesadaran dan tindakan yang maju dan progressif dari si mahasiswa itu sendiri.

Dari mana datangnya pikiran yang benar
Pikiran yang benar tidak datang secara tiba-tiba dari langit. Tidak mungkin sesorang duduk bertapa atau menyendiri di sebuah tempat sepi lalu tiba-tiba mendapat pikiran yang benar. Pikiran yang benar didapatkan dari hasil refleksi manusia atas praktek sosialnya. Praktek sosial yang dimaksud disini adalah praktek berproduksi, perjuangan klas, dan percobaan ilmiah.
·         Praktek berproduksi
Praktek produksi adalah usaha manusia untuk memenuhi kebutuhan primernya. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, manusia perlu mendapatkan barang (sumber daya) dari alam. Tidak cukup hanya di situ, tetapi sumber daya alam yang didapatkan harus diolah agar menjadi barang yang dapat digunakan. Inilah yang disebut praktek produksi itu, merubah nilai dan fungsi suatu barang agar dapat digunakan. Praktek produksi ini yang menciptakan ide dan pengetahuan umat manusia. Seorang petani memperoleh pikiran yang benar tentang produksi pertanian setelah dia melakukan praktek bertahun-tahun tentang bercocok tanam, memelihara bibit, dsb. Seorang mahasiswa mendapatkan pikiran yang benar tentang cara mendapatkan nilai yang bagus, setelah terlebih dahulu berpraktek dalam beberapa kali ujian yang diselenggarakan di kampus.
·         Perjuangan klas
Begitu juga kita akan mendapatkan pikiran yang benar apabila kita terlibat langsung di dalam perjuangan umat manusia. Hakikat perjuangan umat manusia untuk mencapai kesejahteraannya adalah perjuangan kelas, karena dalam masyarakat sekarang terdapat kelas-kelas sosial yang selalu bertentangan satu sama lain. Kita akan tahu bagaimana memperjuangkan kepentingan massa mahasiswa apabila kita terjun langsung dalam memperjuangkan hak-hak demokratis mahasiswa. Tanpa terjun langsung ke dalam perjuangan massa mahasiswa, kita tidak akan pernah tahu apa yang menjadi penyebab mahalnya pendidikan, tidak bermutunya pendidikan kita, tidak demokratisnya penyelenggaraan pendidikan, dsb. Hanya dengan terlibat langsung di dalam perjuangan massa mahasiswa-lah kita dapat mengerti hal tersebut dan bagaimana agar tujuan perjuangan kita tercapai.
·         Percobaan ilmiah
Percobaan ilmiah-lah yang akan mengantarkan kita pada suatu kesimpulan bahwa pendapat kita atau dugaan kita terhadap suatu hal adalah benar. Setiap teori yang kita dapatkan di bangku kuliah haruslah kita percaya setelah dapat terwujud dalam kenyataannya. Kalau teori yang menyatakan bahwa ekonomi Pancasila akan mengantarkan kemakmuran adalah salah, maka teori tersebut tidak ilmiah karena tidak terbukti dan harus diganti.

Bagaimana juga dengan pengetahuan?
Pengetahuan manusia juga berasal dari praktek sosial. Prakteklah yang  menciptakan atau melahirkan pengetahuan. Dan prakteklah yang akan menguji apakah pengetahuan yang kita miliki adalah benar dan ilmiah. Oleh karenanya, praktek menempati kedudukan yang penting dan primer. Kalau ingin mendapatkan pengetahuan yang hakiki, maka berprakteklah terlebih dahulu ! Sejarah membuktikan, bahwa setiap penemuan–penemuan atau teori-teori baru, adalah hasil dari sebelumnya berpraktek terlebih dahulu.
Pengetahuan sendiri ada dua tingkat. Pertama pengetahuan sensasional dan pengetahuan rasional.
·         Pengetahuan sensasional
Adalah pengetahuan tentang sesuatu yang sifatnya permukaan, fenomena atau gejala saja. Pengetahuan ini didapatkan dari panca indera. Misalnya bahwa kita melihat bahwa kondisi kampus kita sangat minim failitas. Pengetahuan sensasional hanya tahu bahwa kampus kita sangat minim fasilitas dan belum dapat mengetahui apa penyebab dari minimnya fasilitas tersebut, apa dampaknya terhadap mahasiswa, dsb.
·         Pengetahuan rasional
Pengetahuan rasional sudah lebih dalam, membahas isi dan hakikatnya. Artinya kita menganalisa mengapa kampus kita sangat minim fasilitas. Dari hasil pengamatan kita, lalu kita melakukan penyelidikan sosial (investigasi), melakukan penyimpulan-penyimpulan yang dipandu teori, lalu mengujinya pada percobaan ilmiah atau praktek. Dari hasil tersebut, maka kita mengetahui bahwa minimnya fasilitas kampus karena kampus yang kurang dana, Kekurangan dana tersebut karena subsidi untuk pendidikan dicabut terus menerus dan anggarannya dikorupsi oleh pemerintah. Hal tersebut akibat dari pemerintah yang lebih mementingkan untuk membayar hutang terhadap pihak asing, dimana sebenarnya hutang merupakan skema intervensi dan penguasaan secara ekonomi dan politik terhadap Negara kita. Inilah penjajahan gaya baru, atau imperialisme itu. Jadi, dalam hal ini pemerintah masih menjadi kaki tangan pihak asing, atau disebut komprador. Jadi, ada hubungan antara minimnya fasilitas kampus kita dengan imperialisme. Ada suatu saling hubungan antara kondisi suatu materi dengan masteri yang lain. Inilah pengetahuan yang rasional, yaitu ilmiah dan objektif.
Sumber pengetahuan ada yang kita dapatkan secara langsung ada yang tidak langsung. Pengetahuan yang langsung yaitu dari hasil praktek sosial kita sendiri. Sedangkan pengetahuan tidak langsung dari hasil refleksi atau kita mendengar, melihat atau membaca serta menganalisa hasil praktek dari orang lain. Misalnya, apabila kita ingin mengetahui pengorgansiasian yang benar, maka kita merefleksikan kerja pengorgansasian kita terdahulu. Inilah yang kita sebut dengan pengetahuan yang langsung, yaitu pengetahuan yang didapatkan dari hasil praktek kita sendiri.  Pengetahun yang tidak langsung kita dapatkan setelah kita membaca buku atau tulisan yang ditulis oleh sesorang tentang pengorganisasian. Tentu, sumber pengetahuan langsung lebih utama dari sumber pengetahuan tak langsung.

Jadi, apa yang dimaksud dengan cara berfikir yang benar?
Cara berfikir yang benar adalah cara berfikir yang sesuai dengan kenyataan yang kongkret, tidak berfikir sesuai dengan keinginan atau pikiran sendiri yang sifatnya subyektif, karena pada dasarnya ide atau pikiran berasal dari materi atau kenyataan. Ada beberapa prinsip yang penting dan menjadi dasar dalam berfikir yang benar, yaitu :
1.      Antara satu hal dengan hal yang lainnya memiliki saling hubungan yang kongkret. Tidak bisa dipisahkan antara kondisi di suatu tempat dengan kondisi di lain tempat. Misalnya, mahalnya biaya pendidikan di kampus kita, mempunyai hubungan dengan kebijakan negara yang mencabut subsidi untuk pendidikan. Negara mencabut subsidi pendidikan karena desakan dari negara imperialis seperti AS untuk meliberalisasi (menswastakan) pendidikan. Jadi, ada hubungan yang kongkret antara mahalnya biaya pendidikan di kampus kita dengan imperialisme.
2.      Segala sesuatu selalu dalam keadaan yang berubah dan berkembang dari waktu ke waktu. Hal ini berarti segala sesuatu pasti berubah, tidak ada yang kekal, sama dan diam. Seperti manusia yang mengalami perubahan, dari bayi, anak-anak, remaja, dewasa, tua, dan meninggal.
3.      Perubahan atau perkembangan bergerak ke arah yang lebih maju dan bersegi hari depan. Perkembangan tidak akan bergerak mundur, atau kita mengharapkan kembali pada masa yang lalu, dengan kondisi yang sama.
4.      Perubahan atau perkembangan sesuatu ditentukan oleh faktor dalam atau kekuatan internal. Bukanlah faktor luar yang menentukan perubahan. Sebuah telur berubah menjadi anak ayam karena pergerakan unsur-unsur kehidupan yang ada di dalam putih dan kuning telur. Keberhasilan perjuangan FMN di kampus dalam memperjuangkan hak-hak demokratis mahasiswa bukanlah ditentukan oleh dosen, rektor, gubernur, atau menteri, tetapi oleh kekuatan massa pemuda-mahasiswa yang terhimpun dalam FMN ! Keberhasilan rakyat Indonesia dalam menghancurkan sisa-sisa feodalisme dan mengusir imperialisme adalah hasil dari kekuatan internal rakyat Indonesia itu sendiri !

Bagaimana agar kita dapat memiliki cara berfikir yang benar?
1.      Terlibat langsung dalam praktek sosial.
      Jika kita ingin memiliki pikiran yang benar tentang persoalan mahasiswa dan sistem pendidikan, maka kita harus terlibat langsung dalam kehidupan dan perjuangan pemuda-mahasiswa.
2.      Membangun tradisi penyelidikan sosial.
      Jika kita ingin memiliki pikiran yang benar tentang kenyataan maka kita harus mau untuk menyelidiki kenyataan sosial yang ada. Jika kita ingin mengetahui bagaimana kondisi pendidikan di kampus, maka kita harus melakukan penyelidikan (investigasi) terlebih dahulu.
3.      Membiasakan diri untuk berfikir hati-hati dan dari banyak segi tentang segala sesuatu.

Bagaimana agar kita dapat bekerja dengan benar

Hal lainnya adalah keteladanan dalam melakukan pekerjaan. Apabila FMN di suatu kampus tetap secara konsisten dalam memperjuangkan kepentingan mahasiswa, maka mahasiswa di kampus kita dan di kampus lain pasti akan mendukung dan tertarik untuk bergabung bersama FMN.

 


 [pp1]bung ditambah bagaimana melakukan analisa dari hal konkrit menuju yang onkrit

Thursday, June 28, 2012

CAHAYA



Langsung ke: navigasi, cari
Gelombang elektromagnetik dapat digambarkan sebagai dua buah gelombang yang merambat secara transversal pada dua buah bidang tegak lurus yaitu medan magnetik dan medan listrik. Merambatnya gelombang magnet akan mendorong gelombang listrik, dan sebaliknya, saat merambat, gelombang listrik akan mendorong gelombang magnet. Diagram di atas menunjukkan gelombang cahaya yang merambat dari kiri ke kanan dengan medan listrik pada bidang vertikal dan medan magnet pada bidang horizontal.
Onde electromagnetique.svg
Cahaya adalah energi berbentuk gelombang elekromagnetik yang kasat mata dengan panjang gelombang sekitar 380–750 nm.[1] Pada bidang fisika,
  1. cahaya adalah radiasi elektromagnetik, baik dengan panjang gelombang kasat mata maupun yang tidak. [2][3]
  2. Cahaya adalah paket partikel yang disebut foton.
Kedua definisi di atas adalah sifat yang ditunjukkan cahaya secara bersamaan sehingga disebut "dualisme gelombang-partikel". Paket cahaya yang disebut spektrum kemudian dipersepsikan secara visual oleh indera penglihatan sebagai warna. Bidang studi cahaya dikenal dengan sebutan optika, merupakan area riset yang penting pada fisika modern.
Studi mengenai cahaya dimulai dengan munculnya era optika klasik yang mempelajari besaran optik seperti: intensitas, frekuensi atau panjang gelombang, polarisasi dan fase cahaya. Sifat-sifat cahaya dan interaksinya terhadap sekitar dilakukan dengan pendekatan paraksial geometris seperti refleksi dan refraksi, dan pendekatan sifat optik fisisnya yaitu: interferensi, difraksi, dispersi, polarisasi. Masing-masing studi optika klasik ini disebut dengan optika geometris (en:geometrical optics) dan optika fisis (en:physical optics).
Pada puncak optika klasik, cahaya didefinisikan sebagai gelombang elektromagnetik dan memicu serangkaian penemuan dan pemikiran, sejak tahun 1838 oleh Michael Faraday dengan penemuan sinar katode, tahun 1859 dengan teori radiasi massa hitam oleh Gustav Kirchhoff, tahun 1877 Ludwig Boltzmann mengatakan bahwa status energi sistem fisik dapat menjadi diskrit, teori kuantum sebagai model dari teori radiasi massa hitam oleh Max Planck pada tahun 1899 dengan hipotesa bahwa energi yang teradiasi dan terserap dapat terbagi menjadi jumlahan diskrit yang disebut elemen energi, E.
Pada tahun 1905, Albert Einstein membuat percobaan efek fotoelektrik, cahaya yang menyinari atom mengeksitasi elektron untuk melejit keluar dari orbitnya. Pada pada tahun 1924 percobaan oleh Louis de Broglie menunjukkan elektron mempunyai sifat dualitas partikel-gelombang, hingga tercetus teori dualitas partikel-gelombang.
Albert Einstein kemudian pada tahun 1926 membuat postulat berdasarkan efek fotolistrik, bahwa cahaya tersusun dari kuanta yang disebut foton yang mempunyai sifat dualitas yang sama. Karya Albert Einstein dan Max Planck mendapatkan penghargaan Nobel masing-masing pada tahun 1921 dan 1918 dan menjadi dasar teori kuantum mekanik yang dikembangkan oleh banyak ilmuwan, termasuk Werner Heisenberg, Niels Bohr, Erwin Schrödinger, Max Born, John von Neumann, Paul Dirac, Wolfgang Pauli, David Hilbert, Roy J. Glauber dan lain-lain.
Era ini kemudian disebut era optika modern dan cahaya didefinisikan sebagai dualisme gelombang transversal elektromagnetik dan aliran partikel yang disebut foton. Pengembangan lebih lanjut terjadi pada tahun 1953 dengan ditemukannya sinar maser, dan sinar laser pada tahun 1960. Era optika modern tidak serta merta mengakhiri era optika klasik, tetapi memperkenalkan sifat-sifat cahaya yang lain yaitu difusi dan hamburan.

Fisika teoretis dan eksperimental

Budaya penelitian fisika berbeda dengan ilmu lainnya karena adanya pemisahan teori dan eksperimen. Sejak abad kedua puluh, kebanyakan fisikawan perseorangan mengkhususkan diri meneliti dalam fisika teoretis atau fisika eksperimental saja, dan pada abad kedua puluh, sedikit saja yang berhasil dalam kedua bidang tersebut. Sebaliknya, hampir semua teoris dalam biologi dan kimia juga merupakan eksperimentalis yang sukses.
Gampangnya, teoris berusaha mengembangkan teori yang dapat menjelaskan hasil eksperimen yang telah dicoba dan dapat memperkirakan hasil eksperimen yang akan datang. Sementara itu, eksperimentalis menyusun dan melaksanakan eksperimen untuk menguji perkiraan teoretis. Meskipun teori dan eksperimen dikembangkan secara terpisah, mereka saling bergantung. Kemajuan dalam fisika biasanya muncul ketika eksperimentalis membuat penemuan yang tak dapat dijelaskan dari teori yang ada, sehingga mengharuskan dirumuskannya teori-teori baru. Tanpa eksperimen, penelitian teoretis sering berjalan ke arah yang salah; salah satu contohnya adalah teori-M, teori populer dalam fisika energi-tinggi, karena eksperimen untuk mengujinya belum pernah disusun.

Teori fisika utama

Meskipun fisika membahas beraneka ragam sistem, ada beberapa teori yang digunakan secara keseluruhan dalam fisika, bukan di satu bidang saja. Setiap teori ini diyakini benar adanya, dalam wilayah kesahihan tertentu. Contohnya, teori mekanika klasik dapat menjelaskan pergerakan benda dengan tepat, asalkan benda ini lebih besar daripada atom dan bergerak dengan kecepatan jauh lebih lambat daripada kecepatan cahaya.
Teori-teori ini masih terus diteliti; contohnya, aspek mengagumkan dari mekanika klasik yang dikenal sebagai teori chaos ditemukan pada abad kedua puluh, tiga abad setelah dirumuskan oleh Isaac Newton. Namun, hanya sedikit fisikawan yang menganggap teori-teori dasar ini menyimpang. Oleh karena itu, teori-teori tersebut digunakan sebagai dasar penelitian menuju topik yang lebih khusus, dan semua pelaku fisika, apa pun spesialisasinya, diharapkan memahami teori-teori tersebut.
Teori Subtopik utama Konsep
Mekanika klasik Hukum gerak Newton, Mekanika Lagrangian, Mekanika Hamiltonian, Teori chaos, Dinamika fluida, Mekanika kontinuum Dimensi, Ruang, Waktu, Gerak, Panjang, Kecepatan, Massa, Momentum, Gaya, Energi, Momentum sudut, Torsi, Hukum kekekalan, Oscilator harmonis, Gelombang, Usaha, Daya
Elektromagnetik Elektrostatik, Listrik, Magnetisitas, Persamaan Maxwell Muatan listrik, Arus, Medan listrik, Medan magnet, Medan elektromagnetik, Radiasi elektromagnetis, Monopol magnetik
Termodinamika dan Mekanika statistik Mesin panas, Teori kinetis Konstanta Boltzmann, Entropi, Energi bebas, Panas, Fungsi partisi, Suhu
Mekanika kuantum Path integral formulation, Persamaan Schrödinger, Teori medan kuantum Hamiltonian, Partikel identik Konstanta Planck, Pengikatan kuantum, Oscilator harmonik kuantum, Fungsi gelombang, Energi titik-nol
Teori relativitas Relativitas khusus, Relativitas umum Prinsip ekuivalensi, Empat-momentum, Kerangka referensi, Waktu-ruang, Kecepatan cahaya

Bidang utama dalam fisika

Riset dalam fisika dibagi beberapa bidang yang mempelajari aspek yang berbeda dari dunia materi. Fisika benda kondensi, diperkirakan sebagai bidang fisika terbesar, mempelajari properti benda besar, seperti benda padat dan cairan yang kita temui setiap hari, yang berasal dari properti dan interaksi mutual dari atom.
Bidang Fisika atomik, molekul, dan optik berhadapan dengan individual atom dan molekul, dan cara mereka menyerap dan mengeluarkan cahaya. Bidang Fisika partikel, juga dikenal sebagai "Fisika energi-tinggi", mempelajari properti partikel super kecil yang jauh lebih kecil dari atom, termasuk partikel dasar yang membentuk benda lainnya.
Terakhir, bidang Astrofisika menerapkan hukum fisika untuk menjelaskan fenomena astronomi, berkisar dari matahari dan objek lainnya dalam tata surya ke jagad raya secara keseluruhan.
Bidang Sub-bidang Teori utama Konsep
Astrofisika Kosmologi, Ilmu planet, Fisika plasma Big Bang, Inflasi kosmik, Relativitas umum, Hukum gravitasi universal Lubang hitam, Latar belakang radiasi kosmik, Galaksi, Gravitasi, Radiasi Gravitasi, Planet, Tata surya, Bintang
Fisika atomik, molekul, dan optik Fisika atom, Fisika molekul, optik, Photonik Optik quantum Difraksi, Radiasi elektromagnetik, Laser, Polarisasi, Garis spectral
Fisika partikel Fisika akselerator, Fisika nuklir Model standar, Teori penyatuan besar, teori-M Gaya Fundamental (gravitasi, elektromagnetik, lemah, kuat), Partikel elemen, Antimatter, Putar, Pengereman simetri spontan, Teori keseluruhan Energi vakum
Fisika benda kondensi Fisika benda padat, Fisika material, Fisika polimer, Material butiran Teori BCS, Gelombang Bloch, Gas Fermi, Cairan Fermi, Teori banyak-tubuh Fase (gas, cair, padat, Kondensat Bose-Einstein, superkonduktor, superfluid), Konduksi listrik, Magnetism, Pengorganisasian sendiri, Putar, Pengereman simetri spontan

Bidang yang berhubungan

Ada banyak area riset yang mencampur fisika dengan bidang lainnya. Contohnya, bidang biofisika yang mengkhususkan ke peranan prinsip fisika dalam sistem biologi, dan bidang kimia kuantum yang mempelajari bagaimana teori kuantum mekanik memberi peningkatan terhadap sifat kimia dari atom dan molekul. Beberapa didata di bawah:
Akustik - Astronomi - Biofisika - Fisika penghitungan - Elektronik - Teknik - Geofisika - Ilmu material - Fisika matematika - Fisika medis - Kimia Fisika - Dinamika kendaraan - Fisika Pendidikan

Teori palsu

Fusi dingin - Teori gravitasi dinamik - Luminiferous aether - Energi orgone - Teori bentuk tetap

Sejarah

Artikel utama: Sejarah fisika. Lihat juga Fisikawan terkenal dan Penghargaan Nobel dalam Fisika.
Sejak zaman purbakala, orang telah mencoba untuk mengerti sifat dari benda: mengapa objek yang tidak ditopang jatuh ke tanah, mengapa material yang berbeda memiliki properti yang berbeda, dan seterusnya. Lainnya adalah sifat dari jagad raya, seperti bentuk Bumi dan sifat dari objek celestial seperti Matahari dan Bulan.
Beberapa teori diusulkan dan banyak yang salah. Teori tersebut banyak tergantung dari istilah filosofi, dan tidak pernah dipastikan oleh eksperimen sistematik seperti yang populer sekarang ini. Ada pengecualian dan anakronisme: contohnya, pemikir Yunani Archimedes menurunkan banyak deskripsi kuantitatif yang benar dari mekanik dan hidrostatik.
Pada awal abad 17, Galileo membuka penggunaan eksperimen untuk memastikan kebenaran teori fisika, yang merupakan kunci dari metode sains. Galileo memformulasikan dan berhasil mengetes beberapa hasil dari dinamika mekanik, terutama Hukum Inert.
Pada 1687, Isaac Newton menerbitkan Philosophiæ Naturalis Principia Mathematica ("prinsip matematika dari filsafat alam", dikenal sebagai Principia), memberikan penjelasan yang jelas dan teori fisika yang sukses.
Hukum gerak Newton, yang merupakan sumber mekanika klasik; dan Hukum Gravitasi Newton, yang menjelaskan gaya dasar gravitasi. Kedua teori ini cocok dalam eksperimen. Principia juga memuat beberapa teori dinamika fluida.
Mekanika klasik dikembangkan besar-besaran oleh Joseph-Louis de Lagrange, William Rowan Hamilton, dan lainnya, yang menciptakan formula, prinsip, dan hasil baru. Hukum Gravitasi memulai bidang astrofisika, yang menggambarkan fenomena astronomi menggunakan teori fisika.
Dari sejak abad 18 dan seterusnya, termodinamika dikembangkan oleh Robert Boyle, Thomas Young, dan banyak lainnya. Pada 1733, Daniel Bernoulli menggunakan argumen statistika dalam mekanika klasik untuk menurunkan hasil termodinamika, memulai bidang mekanika statistik.
Pada 1798, Benjamin Thompson mempertunjukkan konversi kerja mekanika ke dalam panas, dan pada 1847 James Joule menyatakan hukum konservasi energi, dalam bentuk panasa juga dalam energi mekanika.
Sifat listrik dan magnetisme dipelajari oleh Michael Faraday, George Simon Ohm, dan lainnya. Pada 1855, James Clerk Maxwell menyatukan kedua fenomena menjadi satu teori elektromagnetisme, dijelaskan oleh persamaan Maxwell. Perkiraan dari teori ini adalah cahaya adalah gelombang elektromagnetik.

Arah masa depan

Riset fisika mengalami kemajuan konstan dalam banyak bidang, dan masih akan tetap begitu jauh di masa depan.
Dalam fisika benda kondensi, masalah teoritis tak terpecahkan terbesar adalah penjelasan superkonduktivitas suhu-tinggi. Banyak usaha dilakukan untuk membuat spintronik dan komputer kuantum bekerja.
Dalam fisika partikel, potongan pertama dari bukti eksperimen untuk fisika di luar Model Standar telah mulai menghasilkan. Yang paling terkenal adalah penunjukan bahwa neutrino memiliki massa bukan-nol. Hasil eksperimen ini nampaknya telah menyelesaikan masalah solar neutrino yang telah berdiri-lama dalam fisika matahari.
Fisika neutrino besar merupakan area riset eksperimen dan teori yang aktif. Dalam beberapa tahun ke depan, pemercepat partikel akan mulai meneliti skala energi dalam jangkauan TeV, yang di mana para eksperimentalis berharap untuk menemukan bukti untuk Higgs boson dan partikel supersimetri.
Para teori juga mencoba untuk menyatukan mekanika kuantum dan relativitas umum menjadi satu teori gravitasi kuantum, sebuah program yang telah berjalan selama setengah abad, dan masih belum menghasilkan buah. Kandidat atas berikutnya adalah Teori-M, teori superstring, dan gravitasi kuantum loop.
Banyak fenomena astronomikal dan kosmologikal belum dijelaskan secara memuaskan, termasuk keberadaan sinar kosmik energi ultra-tinggi, asimetri baryon, pemercepatan alam semesta dan percepatan putaran anomali galaksi.
Meskipun banyak kemajuan telah dibuat dalam energi-tinggi, kuantum, dan fisika astronomikal, banyak fenomena sehari-hari lainnya, menyangkut sistem kompleks, chaos, atau turbulens masih dimengerti sedikit saja. Masalah rumit yang sepertinya dapat dipecahkan oleh aplikasi pandai dari dinamika dan mekanika, seperti pembentukan tumpukan pasir, "node" dalam air "trickling", teori katastrof, atau pengurutan-sendiri dalam koleksi heterogen yang bergetar masih tak terpecahkan.
Fenomena rumit ini telah menerima perhatian yang semakin banyak sejak 1970-an untuk beberapa alasan, tidak lain dikarenakan kurangnya metode matematika modern dan komputer yang dapat menghitung sistem kompleks untuk dapat dimodelkan dengan cara baru. Hubungan antar disiplin dari fisika kompleks juga telah meningkat, seperti dalam pelajaran turbulens dalam aerodinamika atau pengamatan pola pembentukan dalam sistem biologi. Pada 1932, Horrace Lamb meramalkan:
“ Saya sudah tua sekarang, dan ketika saya meninggal dan pergi ke surga ada dua hal yang saya harap dapat diterangkan. Satu adalah elektrodinamika kuantum, dan satu lagi adalah gerakan turbulens dari fluida. Dan saya lebih optimis terhadap yang pertama. ”
Buku BSE

sistem Pendidikan


Pada tahap sekarang ini Indonesia telah memasuki tahap pembangunanan dalam dunia pendidikan walaupun tampaknya dunia pendidikan di indonesia masih sangat memprihatinkan namun di balik itu dunia pendidikan di Indonesia mengalami sedikit peningkatan bila kita bandingkan dengan dunia pendidikan yang ada di Indonesia sebelumnya.
Namun semua itu masih banyak hal yang perlu di perbaiki dalam dunia pendidikan yang ada di Indonesia antara lain sistem pendidikan yang ada sekarang ini.
Sistem pendidikan yang ada di Indonesia kayaknya perlu ada perumbakan dalam arti tidak merumbak untuk menghancurkan sistem pendidikan yang lama dengan mengganti metode yang baru, namun kita harus bisa sama-sama menutupi lobang-lobang yang ada dalam dunia pendidikan sekarang ini.
Sebagai mana metode pengajaran yang ada di bangku kuliah sekarang ini masih menganggap seorang mahasiswa itu sebagai anak-anak yang bodoh dan perlu di dikte oleh dosen padahal pada kenyataannya seorang mahasiswa itu belum tentu lebih bodoh dari dosennya akan tetapi mungkin dosennya lebih bodoh dari mahasiswanya, namun Dosen lebih dahulu memandang dunia ini, seperti yang kita lihat sekarang ini keadaan real yang ada dosen selalu memegang kekuasaan kebenaran padahal dosen tersebut belum tentu benar.
Maka sistem seperti itu harus kita ubah agar mahasiswa kuliah itu tidak hanya mengejar nilai yang bagus di mata dosen tapi mahasiswa itu membuka wacananya berpikir dan bisa mengatakan kebenaran menurut pola /sudut pikirannya, kalau memang itu pada kenyataannya benar.
Karna semua itu adalah salah satu tahap awal bagi seorang mahasiswa untuk membuka wacananya berpikir krisis dan berinteraksi langsung dengan dunia pendidikan yang ada.

Monday, May 30, 2011

Puisi........Cinta sejatiku

Daun-daun cinta kini mekar dihati
Tumbuh subur diladang pengembaraan
Datang membelenggu dan mengoyak asa
Ternyata hanya semua semu dari pandangan mata
Larut aku dalam buaian kasih
Mulut tak henti mengucap cinta
Harapan dipelupuk mata
Hilang sirna karena keraguan
Tutup pintu kasihmu
Kunci dengan slogan kasih sayang
Rapatkan dengan senyum kedengkian
Mungkin nasib memang seperti ini
Tak perlu lagi kita berkata
Karena hanya menambah beban dihati
Semua telah pergi entah kemana
Enggan menyapa dengan senyuman yang manis
Tapi……..
Biarlah berlalu dan pergi
Karena aku disini masih kokoh
Tanpa keraguan yang menerpa
Berjalan melintasi lautan harapan
Rindu dihati tak terbendung
Tumpah ruah direlung hati
Membanjiri cinta sejatiku
Yang kian hari kian jelas arahnya
Sobatku………
Raihlah tanganku dengan genggaman tanganmu
Peluklah cintaku dalam dekapan cintamu
Ciumlah kebahagiaanku dengan bibir kebahagiaanmu
Jangan hentikan semua ini

Meskipun bumi tak brputar lagi
Cahaya bulan tak nampak dengan senyum kedipan
Dan matahari memanasi kalbu hati yang redup
Hingga zaman berakhir
Kuakan selalu bersamamu
Membawa cinta sejati
Membawa keceriaan hati
Membawa kebahagiaan abadi
Menuju keribaan Ilahi……………

Wajah Pendidikan Masa Kini

Gambaran umum kehidupan masyarakat masa kini, banyak kemajuan yang dirasakan, baik dalam ilmu pengetahuan, teknologi ataupun komunikasi mulai dari yang sifatnya tradional hingga yang paling canggih. Di balik semua itu banyak pula dilihat, dirasakan dan didengar orang tua (langsung/tidak langsung) telah menyatakan keluhan terhadap keperihatinan terhadap anak-anaknya. Keluhan-keluhan tersebut meliputi ; 1). Pekerjaan terbatas dan tenaga kerja yang melimpah ruah, pengangguran terjadi di mana-mana, premanisasi semakin menjadi-jadi dari kalangan kaum muda. 2). Pergaulan bebas sudah tidak bisa dibatasi. 3). Model-model pakaian yang memicu kepada gairah seks. 4) Pergaulan anak dan orang tua kurang memperhatikan moral, akan tetapi lebih mementingkan kepada materi dan keilmuan. 5). Persoalan agama hanya merupakan simbol-simbol ritual, sedangkan amaliyah dan syari’atnya kurang dikerjakan. Sehingga umat beragama nyaris kehilangan identitas keagamaannya.
Di samping persoalan di atas, pendidikan juga tidak lepas dari persoalan orang tua, di sana sini terkandung beban yang sangat berat guna membina generasi muda yang memiliki “BOM” (Basic of Material). Banyak orang tua yang tidak bisa menyesuaikan harga (pembiayaan) pendidikan yang cukup mahal.
Berbicara tentang pendidikan, tidak hanya berbicara tentang ilmu dan keterampilan, akan tetapi juga menyangkut soal akhlak (moral). DR. Miqdad Yeljen mengungkapkan : “Persoalan Akhlak, cukup mencolok dengan semakin bertambahnya angka kriminilitas dan berbagai macam bentuk penyimpangan moral. Seperti ; pemalsuan, penipuan, pencurian, pengkhianatan, tidak loyal pada janji dan tidak pula komitmen dengan hal-hal lainnya
Contoh lain adalah merajalelanya mabuk-mabukan, pencandu obat-obatan terlarang, perzinaan, pelanggaran terhadap kehormatan dan membudayanya perkataan kotor dan cacian, penyimpangan-penyimpangan moral ini semakin hari semakin bertambah dan bukan malah menurun (berkurang)
Belum lagi kita bicara tentang pergolakan sosial, politik dan peradaban. Kesemua sangat berpengaruh pada prilaku, perbuatan, sikap dan sudut pandang berpikir dalam diri individu dan kelompok yang berdalih kepentingan orang banyak.
Semua peristiwa atau sekandal-sekandal yang berkembang di masyarakat erat kaitanya dengan keberhasilan pendidikan. Betapa banyak lembaga-lembaga pendidikan, baik secara pormal (Pendidikan sekolah) ataupun pendidikan Non Formal (Pendidikan luar Sekolah), dalam pendidikan luar sekolah semakin hari tumbuh dan berkembang majelis-majelis ta’lim, bagaikan jamur di musim hujan. Akan tetapi semua itu belum mampu memecahkan atau menemukan solusi terbaik untuk pembinaan umat (generasi) yang lebih baik.
DASAR PENDIDIKAN DI NEGARA INDONESIA
Sehubungan dengan kehendak mencerdaskan kehidupan bangsa, sesuai dengan UUD’45 pasal 31 ayat 1 dan 2, menyatakan;
1. Tiap-tiap warga negara berhak mendapatkan pengajaran.
2. Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan sistem pengajaran nasional yang diatur dengan undang-undang.
Realisasi dari UUD’45 ini lahirlal UU RI tentang pendidikan nasional. Berdasarkan UU Republik Indonesia No. 22 Th. 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional (SISDIKNAS), Bab II pasal 2 Perdidikan Nasional berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Ripublik Indonesia Tahun 1945, dan pasal 3 Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Manusia sebagai makhluk Tuhan yang dijadikan-Nya paling sempurna di antara makhluk lainnya. Sebagaimana dijelaskan oleh Allah dalam firman-Nya :
Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka), kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya. Maka apakah yang menyebabkan kamu mendustakan (hari) pembalasan sesudah (adanya keterangan-keterangan) itu? Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya?
Dari ayat ini jelas memberikan gambaran bahwa manusia yang dijadikan Allah dengan sebaik-baik bentuk akan berbalik kepada bentuk yang serendah-rendahnya. Artinya jika kejadian yang sempurna bagi manusia itu bila tidak dipelihara dengan sebaik-baiknya, maka manusia tersebut akan menjadi tidak baik. Untuk memelihara kebaikan bentuk tersebut, maka diperlukan latihan dan kebiasaan-kebiasaan untuk berbuat baik, selalu memperhatikan dirinya agar tidak melakukan perbuatan yang merusak bentuk kejadian yang baik.
Memahami akan ayat tadi, maka manusia dituntut untuk memelihara bentuk kejadiannya yang sempurna itu. Salah satu alternatif yang menjadi pokok perhatiannya adalah melalui “pendidikan”.selanjutnya Allah memperingatkan :
Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran .
Dalam surat ini terkandung maksud bahwa manusia memerlukan pendidikan, misal dalam lafadz ‘manusia” (ÇáÇäÓÇä )
Disebutkan dalam al-qur’an sebanyak 65 kali, seluruhnya untuk tujuan-tujuan pendidikan yang disertai dengan seruan kepada kebajikan dan pencegahan dari yang mungkar. Semua itu disampaikan dalam bentuk peringatan tentang penciptaannya atau dengan mengemukakan fitrahnya, atau menjauhkannya dari penyelewengan-penyelewengan, keangkuhan dan kekufurannya, atau dengan menggambarkan nikmat-nikmat Allah yang diberikan kepadanya serta pendidikan yang diberikan Allah kepadanya.
Memahami akan makna pendidikan, kiranya perlu direnungkan surat pertama yang diturunkan Allah untuk melihat sikap yang jelas sisi kebaikan dan keburukan manusia, yakni :
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas, karena dia melihat dirinya serba cukup. Sesungguhnya hanya kepada Tuhanmulah kembali (mu).
Pada ayat ini terkandung maksud bahwa manusia dididik untuk memperhatikan Allah atau selalu menyebut nama Allah, dan memperhatikan pelajarannya, membuka mata hati untuk mengerti semua ciptaannya dan memahami hakikat kejadiannya..
Telah digambarkan bahwa Allah telah menciptakan dunia dan akhirat agar manusia untuk menjadi tempat tinggalnya, sebagai khalifah dan mengerti bahwa akan ada suatu hari perhitungan atau hari pertanggung jawaban. Bagi mereka yang berpikir sudah barang tentu akan selalu waspada dan mawas diri agar setelah tiba masa hari perhitungan tidak mendapat kesulitan.
Upaya menyelamatkan manusia dari serendah-rendahnya derajat manusia, maka manusia memerlukan agama dan pendidikan. Agama yang benar adalah yang berpedoman pada Al-Qur’an dan Al-Hadits. Dan untuk memahami agama itu maka manusia memerlukan pendidikan. Pendidikan adalah pertolongan orang-orang yang bertanggung-jawab atas perkembangan anak agar mereka menjadi dewasa. Semua kebaikan memang tidak bisa kita harapkan karena banyaknya pengetahuan atau resep-resep pendidikan. Ketidak tahuan adalah merupakan penyakit yang paling mudah disembuhkan, akan tetapi membentuk pribadi yang sempurna adalah amat sulit.
Pembentukan perilaku seseorang sangat ditentukan oleh lingkungnan terbesar, yakni Rumah tangga, Sekolah dan masyarakat. Ketiga-tiganya harus berjalan selaras dan seimbang. Di lingkungan rumah tangga pendidikannya berjalan dengan baik dan benar, juga di sekiolah sudah terprogram dengan baik, namun di lingkungan masyarakat tidak baik, maka pendidikan perilakupun tidak menjadi sempurna. Sebaliknya di lingkungan masyarakat baik dan juga disekolah baik, akan tetapi sdi lingkungan rumah tangga tidak terurus sengan baik , maka perilaku yang diharapkan juga tidak akan muncul.
Gambaran umum kehidupan masyarakat masa kini, banyak kemajuan yang dirasakan, baik dalam ilmu pengetahuan, teknologi ataupun komunikasi mulai dari yang sifatnya tradional hingga yang paling canggih. Di balik semua itu banyak pula dilihat, dirasakan dan didengar orang tua (langsung/tidak langsung) telah menyatakan keluhan terhadap keperihatinan terhadap anak-anaknya. Keluhan-keluhan tersebut meliputi ; 1). Pekerjaan terbatas dan tenaga kerja yang melimpah ruah, pengangguran terjadi di mana-mana, premanisasi semakin menjadi-jadi dari kalangan kaum muda. 2). Pergaulan bebas sudah tidak bisa dibatasi. 3). Model-model pakaian yang memicu kepada gairah seks. 4) Pergaulan anak dan orang tua kurang memperhatikan moral, akan tetapi lebih mementingkan kepada materi dan keilmuan. 5). Persoalan agama hanya merupakan simbol-simbol ritual, sedangkan amaliyah dan syari’atnya kurang dikerjakan. Sehingga umat beragama nyaris kehilangan identitas keagamaannya.
Di samping persoalan di atas, pendidikan juga tidak lepas dari persoalan orang tua, di sana sini terkandung beban yang sangat berat guna membina generasi muda yang memiliki “BOM” (Basic of Material). Banyak orang tua yang tidak bisa menyesuaikan harga (pembiayaan) pendidikan yang cukup mahal.
Berbicara tentang pendidikan, tidak hanya berbicara tentang ilmu dan keterampilan, akan tetapi juga menyangkut soal akhlak (moral). DR. Miqdad Yeljen mengungkapkan : “Persoalan Akhlak, cukup mencolok dengan semakin bertambahnya angka kriminilitas dan berbagai macam bentuk penyimpangan moral. Seperti ; pemalsuan, penipuan, pencurian, pengkhianatan, tidak loyal pada janji dan tidak pula komitmen dengan hal-hal lainnya
Contoh lain adalah merajalelanya mabuk-mabukan, pencandu obat-obatan terlarang, perzinaan, pelanggaran terhadap kehormatan dan membudayanya perkataan kotor dan cacian, penyimpangan-penyimpangan moral ini semakin hari semakin bertambah dan bukan malah menurun (berkurang)
Belum lagi kita bicara tentang pergolakan sosial, politik dan peradaban. Kesemua sangat berpengaruh pada prilaku, perbuatan, sikap dan sudut pandang berpikir dalam diri individu dan kelompok yang berdalih kepentingan orang banyak.
Semua peristiwa atau sekandal-sekandal yang berkembang di masyarakat erat kaitanya dengan keberhasilan pendidikan. Betapa banyak lembaga-lembaga pendidikan, baik secara pormal (Pendidikan sekolah) ataupun pendidikan Non Formal (Pendidikan luar Sekolah), dalam pendidikan luar sekolah semakin hari tumbuh dan berkembang majelis-majelis ta’lim, bagaikan jamur di musim hujan. Akan tetapi semua itu belum mampu memecahkan atau menemukan solusi terbaik untuk pembinaan umat (generasi) yang lebih baik.
DASAR PENDIDIKAN DI NEGARA INDONESIA
Sehubungan dengan kehendak mencerdaskan kehidupan bangsa, sesuai dengan UUD’45 pasal 31 ayat 1 dan 2, menyatakan;
1. Tiap-tiap warga negara berhak mendapatkan pengajaran.
2. Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan sistem pengajaran nasional yang diatur dengan undang-undang.
Realisasi dari UUD’45 ini lahirlal UU RI tentang pendidikan nasional. Berdasarkan UU Republik Indonesia No. 22 Th. 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional (SISDIKNAS), Bab II pasal 2 Perdidikan Nasional berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Ripublik Indonesia Tahun 1945, dan pasal 3 Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Manusia sebagai makhluk Tuhan yang dijadikan-Nya paling sempurna di antara makhluk lainnya. Sebagaimana dijelaskan oleh Allah dalam firman-Nya :
Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka), kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya. Maka apakah yang menyebabkan kamu mendustakan (hari) pembalasan sesudah (adanya keterangan-keterangan) itu? Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya?
Dari ayat ini jelas memberikan gambaran bahwa manusia yang dijadikan Allah dengan sebaik-baik bentuk akan berbalik kepada bentuk yang serendah-rendahnya. Artinya jika kejadian yang sempurna bagi manusia itu bila tidak dipelihara dengan sebaik-baiknya, maka manusia tersebut akan menjadi tidak baik. Untuk memelihara kebaikan bentuk tersebut, maka diperlukan latihan dan kebiasaan-kebiasaan untuk berbuat baik, selalu memperhatikan dirinya agar tidak melakukan perbuatan yang merusak bentuk kejadian yang baik.
Memahami akan ayat tadi, maka manusia dituntut untuk memelihara bentuk kejadiannya yang sempurna itu. Salah satu alternatif yang menjadi pokok perhatiannya adalah melalui “pendidikan”.selanjutnya Allah memperingatkan :
Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran .
Dalam surat ini terkandung maksud bahwa manusia memerlukan pendidikan, misal dalam lafadz ‘manusia” (ÇáÇäÓÇä )
Disebutkan dalam al-qur’an sebanyak 65 kali, seluruhnya untuk tujuan-tujuan pendidikan yang disertai dengan seruan kepada kebajikan dan pencegahan dari yang mungkar. Semua itu disampaikan dalam bentuk peringatan tentang penciptaannya atau dengan mengemukakan fitrahnya, atau menjauhkannya dari penyelewengan-penyelewengan, keangkuhan dan kekufurannya, atau dengan menggambarkan nikmat-nikmat Allah yang diberikan kepadanya serta pendidikan yang diberikan Allah kepadanya.
Memahami akan makna pendidikan, kiranya perlu direnungkan surat pertama yang diturunkan Allah untuk melihat sikap yang jelas sisi kebaikan dan keburukan manusia, yakni :
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas, karena dia melihat dirinya serba cukup. Sesungguhnya hanya kepada Tuhanmulah kembali (mu).
Pada ayat ini terkandung maksud bahwa manusia dididik untuk memperhatikan Allah atau selalu menyebut nama Allah, dan memperhatikan pelajarannya, membuka mata hati untuk mengerti semua ciptaannya dan memahami hakikat kejadiannya..
Telah digambarkan bahwa Allah telah menciptakan dunia dan akhirat agar manusia untuk menjadi tempat tinggalnya, sebagai khalifah dan mengerti bahwa akan ada suatu hari perhitungan atau hari pertanggung jawaban. Bagi mereka yang berpikir sudah barang tentu akan selalu waspada dan mawas diri agar setelah tiba masa hari perhitungan tidak mendapat kesulitan.
Upaya menyelamatkan manusia dari serendah-rendahnya derajat manusia, maka manusia memerlukan agama dan pendidikan. Agama yang benar adalah yang berpedoman pada Al-Qur’an dan Al-Hadits. Dan untuk memahami agama itu maka manusia memerlukan pendidikan. Pendidikan adalah pertolongan orang-orang yang bertanggung-jawab atas perkembangan anak agar mereka menjadi dewasa. Semua kebaikan memang tidak bisa kita harapkan karena banyaknya pengetahuan atau resep-resep pendidikan. Ketidak tahuan adalah merupakan penyakit yang paling mudah disembuhkan, akan tetapi membentuk pribadi yang sempurna adalah amat sulit.
Pembentukan perilaku seseorang sangat ditentukan oleh lingkungnan terbesar, yakni Rumah tangga, Sekolah dan masyarakat. Ketiga-tiganya harus berjalan selaras dan seimbang. Di lingkungan rumah tangga pendidikannya berjalan dengan baik dan benar, juga di sekiolah sudah terprogram dengan baik, namun di lingkungan masyarakat tidak baik, maka pendidikan perilakupun tidak menjadi sempurna. Sebaliknya di lingkungan masyarakat baik dan juga disekolah baik, akan tetapi sdi lingkungan rumah tangga tidak terurus sengan baik , maka perilaku yang diharapkan juga tidak akan muncul.